🐻 Gunung Yang Masih Aktif Di Malang
Miripseperti Gunung Kerinci, Gunung Semeru juga merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia. Gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Selain itu, Gunung Semeru juga masuk ke dalam pengawasan administrasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
GunungArjuna yang berada di Malang Jawa Timur juga merupakan dertan dari nama nama gunung di Pulau Jawa yang masih aktif. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1952 silam. 6. Gunung Welirang. Tidak jauh dari gunung Arjuno, ada gunung Welirang jang juga meruapakn bagian dari nama nama gunung di
Bahkan sebagian besar gurung berapi yang ada di Indonesia masih dalam status aktif, sehingga bisa meletus sewaktu-waktu. Seperti yang terjadi kemarin Sabtu 4 Desember 2021 di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa timur, Gunung Semeru yang merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia mengalami erupsi.
Memilikiketinggian 3.726 mdpl, termasuk gunung api aktif, terletak di Kabupaten Lombok Utara, NTB. Gunung Semeru. Membentang di 2 Kabupaten yakni Malang & Lumajang, Jawa Timur, memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Gunung Sanggar. Memiliki ketinggian 3.564 mdpl dan masih berada di gugusan pegunungan Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Gunung Latimojong
Nah pengen tahu apa saja nama gunung yang ada di kota Malang yang menarik buat didaki? Ini dia JejakPiknik kasih contekannya! 1. Gunung Semeru 2. Gunung Panderman 3. Gunung Butak 4. Gunung Arjuno 5. Gunung Welirang 6. Gunung Anjasmoro 7. Gunung Kelud 8. Gunung Bromo 9. Gunung Pundak 10. Gunung Penanggungan 1. Gunung Semeru Foto By @ajiiiie95
Tapibagi warga Malang, Gunung Panderman merupakan tempat pelarian sejenak dari kesibukan sehari-hari untuk sekedar menyegarkan pikiran. Panderman masih termasuk dari komplek Pegunungan Kawi, puncaknya memiliki ketinggian 2000 mdpl. Jalurnya bermulai dari Kota Batu, dan masih membutuhkan sekitar 2 jam perjalanan untuk menuju ke puncaknya.
Saatini, Gunung Sumbing masih aktif dengan status Level 1 (normal).
GunungKelud merupakan gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Gunung ini masih tergolong aktif. Ketinggiannya adalah sekitar 1.731 meter dari permukaan laut. (baca juga : laut terluas di dunia) 28. Gunung Penanggungan
Gununggunung besar di Jawa kebanyakan berupa gunung berapi yang masih aktif, tak berbeda dengan Jawa Timur. Gunung Arjuno berada di Malang dan memiliki 3 jalur pendakian resmi. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan merupakan yang tertinggi di gugusan Pegunungan Arjuno - Welirang. Sesuai namanya, gunung ini berdiri gagah dan
rJH4TzH. Malang - Memiliki bentang alam yang indah dan dikelilingi gugusan pegunungan membuat Malang termasuk destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Bagi penyuka wisata dan pecinta alam, salah satu tujuan favorit ketika berada di daerah ini adalah Gunung Bromo. Di kalangan para pendaki gunung, Malang tentu memiliki tempat tersendiri di hati. Sebab, di daerah ini terdapat deretan gunung yang menarik dan menanti untuk didaki. Menyuguhkan panorama alam nan indah sambil menikmati pemandangan kerlap kerlip kota dari puncaknya. Malang bisa juga jadi titik awal pemberangkatan menuju gunung lain yang secara administrasi letaknya berbatasan dengan kota/kabupaten terdekatnya. Ada yang pos perizinannya masih masuk wilayah Malang dan ada pula yang harus ditempuh lebih dari 1 jam perjalanan dari kota ini. Inilah deretan gunung yang ada di wilayah Malang ada daerah sekitarnya yang menarik untuk didaki 1. Gunung Panderman Lokasi gunung ini sangat strategis, mudah dijangkau. Secara geografis berada di sebelah barat Kota Malang, tepatnya masuk wilayah Kota Batu. Memiliki ketinggian meter di atas permukaan laut mdpl. Bagi para pendaki, Gunung Panderman sangat cocok buat siapapun yang ingin naik-turun gunung dalam sehari saja khususnya di akhir pekan. Rute pendakiannya tergolong pendek, bisa jadi sarana pemanasan sebelum mendaki ke gunung di Malang yang punya jalur lebih jembatan kaca dibangun di kawasan wisata kampung warna-warni yang terhubung dengan kampung 3 Gunung SemeruJalur pendakian Gunung Semeru ditutup sementara guna tertinggi di Pulau Jawa ini tentu sudah sangat dikenal bagi para pendaki di nusantara ini. Puncak Mahameru tentu menantang siapapun yang ingin menaklukkan gunung dengan ketinggian meter di atas permukaan laut mdpl ini. Jalur menantang ditambah pemandangan indah sejumlah ranu atau danau purba di gunung ini menawarkan eksotisme tersendiri. Tapi ingat, karena aktivitas vulkaniknya PVMBG merekomendasikan titik terakhir pendakian di gunung ini adalah Kalimati. 3. Gunung Butak Gunung Butak merupakan gunung bertipe stratovolcano atau gunung berapi komposit. Meski begitu, sejauh ini belum ada catatan sejarah yang menemukan aktivitas vulkanik atau erupsi pernah terjadi di gunung yang berada di perbatasan Malang dan Blitar ini. Gunung setinggi mdpl ini sangat cocok bagi kalangan pendaki pemula. Panorama alam yang luar biasa akan disuguhkan sepanjang jalur pendakian. Hamparan sabana kering yang luas jadi salah satu ciri khas gunung ini. Dari puncaknya, kita bisa menikmati gugusan Gunung PundakSuasana di Gunung Pundak Foto Tahura R Soerjo Gunung di bahu Welirang-Arjuno menarik bagi kalian yang suka menikmati suasana alam di akhir pekan. Ketinggiannya mdpl dengan jalur pendakian landai dan waktu tempuh singkat. Secara administratif masuk Claket, Pacet, Mojokerto atau sekitar 67 kilometer dari Malang. Gunung Pundak memiliki pemandangan yang menyegarkan mata pendaki. Terdapat dua sumber mata air kecil, bisa dimanfaatkan untuk mengisi ulang bekal atau istirahat sejenak. Menikmati hamparan padang sabana luas, menghabiskan malam dan menunggu matahari terbit. 5. Gunug Welirang Gunung Welirang memiki ketinggian mdpl, termasuk gunung berapi aktif. Memiliki kawah yang menghembuskan asap dan cairan belerang. Nama Welirang sendiri berasal dari kata belerang tersebut. Di gunung ini mudah menjumpai para penambang belerang bekerja. Salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berdekatan dengan Gunung Arjuno, karena itupula sering disebut Arjuno-Welirang. Gunung ini dapat didaki dan berbagai arah, bila dari Malang bisa dari Lawang, Karangploso, Sumberawan dan dapat pula dari Kota Batu. 6. Gunung Arjuno Gunung Arjuno dengan ketinggian mdpl merupakan gunung tertinggi keempat di Pulau Jawa. Secara administrasi terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan dan bisa dicapai dari tiga titik pendakian yaitu Lawang, Tretes dan Batu. Gunung yang bersebelahan dengan Gunung Welirang yang selalu selalu mengepulkan asap putih belerang. Puncak Arjuno dikenal dengan nama puncak Ogal Agil, dari situ kita dapat menikmati pemandangan alam yang sangat luar biasa Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Malang, kota berhawa sejuk satu ini selalu menjadi destinasi wisata favorit di provinsi Jawa Timur. Jika kamu bertanya apa yang menarik dari sini kepada para pecinta alam, sudah pasti jawabannya adalah gunung. Bagi kalangan pendaki, Malang memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Sebab dari kota inilah diawali perjalanan menuju Mahameru, tanah tertinggi di Pulau Jawa. Namun kamu harus tahu, Malang tidak hanya memiliki Mahameru saja. Masih ada sederet gunung eksotis lainnya yang bisa kamu jadikan spot pendakian disana. Saat kita cari di google mengenai gunung di Malang, mungkin banyak artikel asing terkait kata kunci yang bermunculan seperti nama toko sandal wanita, jual sepeda bekas murah, jasa penyewaan atau rental sepeda. Lalu ada juga tentang agen bus Harta, objek wisata Gunung Sari, Toko Intan Electronics, Villa Gunung Buring. Namun bukan itu yang akan bahas kali ini, melainkan tentang destinasi pegunungan di Malang yang menarik buat dikunjungi. Nah, pengen tahu apa saja nama gunung yang ada di kota Malang yang menarik buat didaki? Ini dia JejakPiknik kasih contekannya! 1. Gunung Semeru❤️2. Gunung Panderman❤️3. Gunung Butak❤️4. Gunung Arjuno❤️5. Gunung Welirang❤️6. Gunung Anjasmoro❤️7. Gunung Kelud❤️8. Gunung Bromo❤️9. Gunung Pundak❤️10. Gunung Penanggungan❤️ 1. Gunung Semeru❤️ Foto By ajiiiie95 Pesona gunung Semeru tidak pernah lekang oleh waktu, dari zaman Su Hok Gie masih hidup sampai era reformasi dimana banyak anak-anak muda bergaya monopod di sekitar Ranu Kumbolo. Berada pada ketinggian meter diatas permukaan laut, membuat Semeru memiliki pemandangan yang sangat indah. Selain itu, apakah kamu tahu apa lagi yang menarik dari gunung ini? Nah, hal menariknya adalah untuk sistem pendakian di Semeru ini menggunakan kuota. Jadi jumlah pendaki per harinya itu hanya bisa 300 orang saja dan pendaftarannya dilakukan secara online. Dari mulai formulir, persyaratan, aturan, tata cara pendaftaran hingga pembayaran semua dapat diakses melalui laman resmi TNBTS. Jadi jika ingin mendakinya, pastikan dulu semua sudah terpenuhi ya! 2. Gunung Panderman❤️ Foto By yoiki_malang Panderman ini masuk dalam gugusan pegunungan Kawi dan sangat terkenal bagi kalangan pendaki di Malang maupun kota Batu. Mendaki ke tempat yang tidak terlalu tinggi sudah pasti ia bisa menjadi solusinya. Penamaan spot ini diambil dari nama seorang penjelajah berkebangsaan Belanda yang sangat suka dengan pemandangan Panderman tersebut, yaitu Van Der Man. Ketinggian Panderman tersebut hanya berkisar meter diatas permukaan laut. Dan untuk mencapai puncaknya hanya dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 4 jam saja. Tak perlu sewa penginapan, sebab di sekitar puncaknya kamu pun bisa menggelar tenda untuk menikmati keindahan pemandangan Panderman di malam hari. 3. Gunung Butak❤️ Foto By christiantosaputro Mount Butak ini terletak di perbatasan daerah antara Kabupaten Malang dan Blitar. Lokasinya sendiri bisa dibilang masih sangat dekat dengan pegunungan Kawi. Bersamaan dengan Kawi dan Panderman, Butak juga disebut oleh warga Malang serangkaian pegunungan Putri Tidur. Disebut demikian karena bila dilihat sekilas, rangkaian ketiganya bentuknya seperti seorang gadis yang sedang terbaring lelap. Butak ini memiliki ketinggian sekitar meter diatas permukaan laut dan ia mempunyai vegetasi yang cukup beragam dari hutan hujan tropis sampai hutan lumut. Untuk menuju puncaknya, kamu bisa memulainya dari Panderman, Princi Dau, Sirah Kencong ataupun Mount Kawi. Pemandangan yang disuguhkan diatas puncak Butak ini begitu memukau lewat kemegahan sederet gunung di sekitarnya, dari Arjuno, Welirang sampai Semeru Mountain. 4. Gunung Arjuno❤️ Foto By nenedrikuj34 Berapi satu ini memiliki ketinggian mencapai meter diatas permukaan laut dan masuk dalam daftar sebagai gunung tertinggi ketiga di provinsi Jatim, setelah Semeru serta Raung. Untuk memulai pendakian menuju puncak Arjuno, kamu bisa menuju Tretes di kabupaten Pasuruan atau Selecta Kota Batu. Arjuno bertipe berapi tersebut tidak hanya menawarkan keindahan puncaknya saja, tapi disana ada juga beberapa tempat wisata menarik lainnya yang juga sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, salah satu contohnya yaitu Taman Safari Indonesia 2. 5. Gunung Welirang❤️ Foto By vitrinrs Lokasi Mount Welirang ini sangat dekat dengan Arjuno. Karena letaknya yang berdampingan, tak sedikit wisatawan yang melakukan pendakian ke puncak 2 gunung tersebut secara sekaligus. Sama seperti Arjuno, Welirang juga terletak di daerah perbatasan antara 3 kabupaten yakni Kota Batu, Mojokerto dan Pasuruan. Untuk mencapai puncaknya yang berada pada ketinggian meter diatas permukaan laut, kamu bisa memulai pendakian melalui desa Tretes, Kabupaten Pasuruan atau Pacet di Mojokerto. Keindahan Welirang ini tak hanya menampilkan panorama dari ketinggian, tapi di gunung berapi aktif tersebut kamu juga bisa menemukan tumbuhan endemik manis rejo. 6. Gunung Anjasmoro❤️ Foto By Anjasmoro letaknya menduduki 3 wilayah kabupaten di Jawa Timur yakni Kota Batu, Mojokerto dan Jombang. Menurut catatan, puncaknya yang dikenal dengan nama Cemoro Sewu terletak pada ketinggian meter diatas permukaan laut. Memang bila dibandingkan 5 daftar sebelumnya, Anjasmoro masih kurang menarik di mata para pendaki. Namun begitu, bagi kalangan pemula yang baru mencoba belajar mendaki, ini adalah tempat paling pas untuk dijadikan alternatif. Untuk menuju area puncaknya, terdapat beberapa rute pendakian yang bisa kamu jadikan pilihan. Pertama lewat kabupaten Malang dan kedua via Wonosalam, Jombang. Kalau kamu suka banget sama yang namanya durian, Wonosalam adalah jalur paling rekomendasi untuk dilalui. Karena kalau lagi musimnya, buah tersebut dapat dinikmati di sepanjang jalan menuju puncak Anjasmoro. 7. Gunung Kelud❤️ Foto By Mount Kelud ini sebenarnya milik Blitar dan Kediri. Tapi secara administratif, letaknya juga mencakup daerah Malang. Namanya memang tidak sepopuler Rinjani, namun pemandangannya tak boleh dianggap remeh. Berdasarkan catatan, setelah meletus pada tahun 2014 lalu, kini Kelud memiliki 3 puncak, yakni Sumbing, Gajahmungkur dan Kelud itu sendiri. Pendakian menuju Kelud bisa diawali baik dari Kediri ataupun Blitar. Tak perlu bingung memilih rute yang mana karena keduanya sama-sama menawarkan panorama indah di sepanjang perjalanan. 8. Gunung Bromo❤️ Foto By rifqiikhsann Meski terkenal di kalangan pendaki, namun tak ada salahnya untuk bertandang ke icon dari kota Malang bernama Gunung Bromo ini. Sudah jelas dan bukan rahasia lagi kalau Bromo memiliki panorama yang begitu luar biasa. Selain wisatawan lokal, banyak juga turis mancanegara tergoda untuk melihat kecantikan spot wisata satu ini. Ada 3 jalur pendakian yang bisa kamu jadikan alternatif untuk menuju puncak Bromo, yakni melalui Tumpang, Probolinggo dan Nongko Jajar. Selain memiliki beberapa jalur pendakian, Bromo juga menawarkan banyak lagi tempat wisata menarik di sekitarnya mulai dari Puncak Pananjakan, Kawah, Mount Batok, Pasir Berbisik sampai Bukit Teletubbies. 9. Gunung Pundak❤️ Foto By bellaa_septiana Jika kamu masih seorang pemula dan belum yakin dengan jalur pendakian berat, maka Mount Pundak di sekitar Malang ini bisa dijadikan alternatif. Pasalnya, Mount Pundak ini memiliki trek cukup ringan dan bisa ditempuh dalam waktu yang singkat. Letaknya sendiri berada di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Jatim. Tak hanya memiliki padang savana, Pundak juga menjadi lokasi paling pas untuk mendirikan tenda sembari menunggu keindahan matahari terbit. Agar tidak tersesat, jangan lupa bawa peralatan lengkap ya seperti peta, jaket dan sepatu ataupun sandal. 10. Gunung Penanggungan❤️ Foto By irhamnaanaa Penanggungan merupakan salah satu gunung berapi bertipe kerucut yang letaknya berada di dua kabupaten yakni Pasuruan dan Mojokerto. Spot ini cukup dikenal karena menyimpan sejarah panjang mengenai kerajaan Majapahit. Terbukti dengan banyaknya ditemui situs purbakala berupa candi umat Hindu di sekitar Penanggungan tersebut. Meskipun ketinggian tak seperti gunung lain di Jatim, namun Penanggungan tak pernah sepi dari pengunjung. Alasannya, karena objek ini memiliki pemandangan cantik yang bisa bikin siapapun jatuh hati. Dengan estimasi waktu sekitar 3-4 jam saja, kamu sudah bisa sampai ke puncaknya. Untuk jalur pendakiannya sendiri terbilang cukup ramah bagi pemula. Itulah ulasan singkat seputar gunung di Malang yang menarik untuk didaki. Bagaimana, tertarik ingin mengunjunginya? Jangan lupa ajak temanmu juga ya, supaya petualanganmu semakin menyenangkan! Erlina yang kini berusia 26 tahun sudah tertarik dengan menulis sejak masuk salah satu Universitas di Jakarta. Kini Erlina bekerja di salah satu Perusahaan di Jakarta. Di luar kerja, Erlina lebih memilih menghabiskan waktu produktif menulis di dan
MALANGTIMES - Kenapa Kota Batu, Pujon, dan Ngantang lebih tinggi dibandingkan Kota Malang dan sekitarnya? Ekspedisi Malang Purba yang digelar MALANGTIMES dan FMIPA UB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya akan mengungkap sejarah sains terbentuknya kota yang jadi salah satu jujugan wisata di Indonesia tersebut. Sejarah terbentuknya Kota Malang telah diungkap dalam "Kota Malang Lahir dari Lahar Letusan Gunung Arjuna" seri kedua di MalangTIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia di bawah grup Jatim Times Network. Kota Malang yang dulunya merupakan dataran rendah, kini berubah menjadi dataran tinggi karena endapan lahar dari Gunung Arjuno dan Welirang. Baca Juga Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot Sama halnya dengan Kota Malang, Kota Batu awalnya juga merupakan dataran rendah. Namun, karena seringnya menjadi tempat tujuan akhir lahar ketika gunung api meletus, maka lama-kelamaan Kota Batu dan sekitarnya menjadi tinggi. Bahkan saat ini ketinggiannya melebihi Kota Malang. Kota Batu dan Pujon lebih tinggi dari Kota Malang karena sumber laharnya lebih banyak. Kota Malang hanya mendapatkan lahar dari letusan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Sedangkan Kota Batu mendapatkan lahar dari lima gunung berapi saat itu. Selain mendapatkan lahar dari Gunung Arjuno dan Gunung Welirang dari sebelah timur, Kota Batu juga mendapatkan lahar dari gunung-gunung lainnya seperti Gunung Panderman, Gunung Kawi, dan Gunung Butak yang lokasinya ada di sebelah barat kota. Jadi, ketika lima gunung tersebut erupsi, laharnya lari ke Kota Batu dan Pujon. Tumpukan lahar yang terus-menerus selama jutaan tahun itulah yang akhirnya membentuk kota wisata ini. Pakar Geologi Drs. Adi Susilo, menjelaskan, selain karena banyaknya gunung berapi yang menyumbangkan laharnya, lokasi Kota Batu juga lebih dekat dengan sumber lahar itu sendiri. Kedekatan Kota Batu dengan gunung berapi sumber lahar bisa dilihat dari adanya dua sumber air panas di daerah tersebut. Dia lantas menyebutkan Sumber Air Panas Songgoriti dan Cangar. "Kalau Songgoriti itu sumber panasnya dari Gunung Kawi, sedangkan Cangar berasal dari Gunung Arjuno," terang Adi Pria yang juga menjadi Dekan FMIPA UB tersebut menyatakan, gunung-gunung yang mengitari Malang ini usianya masih terbilang muda. Yakni baru berusia sekitaran lima jutaan. Karena usianya masih muda, maka endapan lahar dari gunung-gunung api di Malang masih belum padat. Adi memaparkan, saat ini penyumbang lahar di Kota Batu dan Pujon yang masih aktif hanya Gunung Arjuna dan Gunung Welirang. Seperti halnya gunung berapi aktif lainnya, sewaktu-waktu dua gunung tersebut bisa erupsi. Sedangkan dua gunung lainnya sudah tidak aktif, yakni Gunung Butak dan Gunung Panderman. Di dalam dua gunung tersebut sudah tidak terdapat magma lagi. Sebelum mati seperti saat ini, urai Adi, setiap gunung yang muncul ke permukaan pasti gunung berapi. Karena kemunculannya ke bumi didorong oleh magma. Jadi, pada masa lalu, Panderman dan Butak juga kerap meletus dan laharnya mengalir ke Kota Batu sekitarnya. Satu gunung lainnya, yakni Gunung Kawi kondisinya sedang tidur. Berbeda dengan Gunung Butak dan Gunung Panderman yang sangat sulit aktif, Gunung Kawi ini sewaktu-waktu bisa aktif lagi. Karena di dalam Gunung Kawi masih terdapat magma, walau kondisinya saat ini sedang tidur. Adi memaparkan, tanda-tanda bahwa gunung tidur itu adalah adanya gumpalan di atasnya walau tidak ada kawahnya. Sedangkan gunung aktif adalah ada kawah yang berisi lahar. Dan tanda gunung mati adalah tidak ada kawah dan tidak adanya gumpalan di atas gunung. Karena berasal dari lahar lima gunung api, lapisan tanah Kota Batu yang di atas tidak akan tebal, hanya beberapa meter saja. Dan itu adalah hasil lapukan dari batuan-batuan vulkanik dulu. Kemudian jadilah tanah yang subur. "Kenapa subur? Karena abu vulkanik itu sangat subur," tandasnya. Karena abu vulkanik menciptakan tanah yang subur, hal ini juga berdampak pada rasa buah-buahan di daerah Batu dan kawasan gunung api. Ini adalah salah satu ciri khas dari wilayah yang dibentuk dari lahar gunung api. Baca Juga Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini "Buah-buahan di daerah gunung api itu mesti akan lebih enak dibandingkan buah-buah di daerah kapur," tandasnya. Selain itu, keuntungan yang lain adalah kualitas airnya yang tinggi. Daerah gunung api adalah daerah yang tepat untuk dilakukan eksploitasi air. Sebab, pasir dan bantuannya mengandung mineral yang diperlukan di dalam air mineral dan juga di dalam tubuh manusia. Namun, bukan berarti wilayah gunung api selalu untung dan tak pernah rugi. Ada pula kerugian yang cukup berbahaya, salah satunya adalah kondisi tanahnya itu. Lantaran terbentuk dari lahar gunung api yang masih muda, maka tanah di Kota Batu tidak akan padat. Banyaknya penggundulan akan membuat wilayah Kota Batu rawan longsor dan banyak mata air yang mati. "Sekarang tumbuh-tumbuhan itu banyak yang sudah dipotong, reboisasi, jadi resapan yang ke tanah itu sangat berkurang sehingga tidak mengherankan daerah Batu itu sudah banyak mata air-mata air yang sudah mati," tandasnya. Nah, karena resapan air sudah berkurang, air hujan tidak akan bisa maksimal meresap tapi malah menggerus tanah dan terjadi erosi. Bagian atas tanah terbawa air sampai air menghitam dan masuk ke Sungai Brantas. "Coba kita lihat, Brantas itu airnya selalu coklat karena itu membawa lumpur-lumpur dari atas," imbuh Adi. Seperti halnya di Kota Malang, untuk membuktikan bahwa tanah Batu mengandung pasir dari abu vulkanik adalah dengan menggalinya pada kedalaman 13-17 meter. Lantaran kayanya pasir di Kota Batu, banyak aktivitas penambangan pasir di sana. Ada sedikit cerita dulu pada tahun 2009, terdapat kejadian rumah ambles yang dilaporkan kepada Adi. Menurut cerita dari Adi, hal itu karena terdapat penambangan pasir di sekitar rumah warga. "Ada sebuah kejadian tahun 2009 itu dulu saya dilapori ada rumah ambles. Setelah kita teliti ternyata dulu orang menambang pasir itu bukan di sungai atau di tempat yang lain, tapi orang itu kayak menggali sumur," paparnya. Nah, penambang itu mengambil pasir pada kedalaman 10 meter. Kemudian disisakan 4 meter yang tidak diambil sebagai penyangga beban bangunan di atas. Nah, dengan banyaknya beban di atas, tidak heran banyak wilayah di Kota Batu yang rentan ambles. Terlebih lagi pembangunan di Kota Batu begitu masif. "Karena nggak kuat. Sementara beban di atas itu sudah berat. Kalau tidak ada bebannya tidak masalah. Ketika beban sudah mulai berat ini yang potensi," ungkapnya. Daerah mana saja itu? Sayangnya Adi enggan mengatakannya. "Nanti menakutkan yang ada di daerah sana," pungkasnya.
gunung yang masih aktif di malang